 |
“Love your parents!
We are so busy growing up, we often forget they are also growing old…”
|
Cetak Foto bapak ibu kutatap lekat. Ada damai dan ketulusan pada wajah-wajah sepuh itu. Guratan doa dan restu yang tak pernah putus untuk kami anak-anaknya. Foto itu memaksaku kembali pada reka adegan di bilangan 20 bulan silam.
“Sering-sering telepon ya, biar kangen Eyang sama kalian terobati,” lirih Eyang Kakung saat kami mohon pamit kembali ke tanah rantau. Bulir bening memberontak, memaksaku mengerjap-ngerjap demi melihat pemandangan lelaki sepuh itu. Ia memeluk erat cucu-cucunya. Enggan berpisah.
Pada 20 bulan yang telah lewat itu, kedua anak lelaki, cucunya eyang, masih terlihat sangat anak-anak. Kini di hadapanku menjelma anak remaja yang menjulang, melebihi bapak ibunya. Dan adeknya, dia sudah lebih tinggi dari hari itu, lebih cerewet dan bertambah coklat. Eksotis. Anak-anak, mereka tumbuh sangat cepat. Bagaimana dengan eyang-eyangnya?