![]() |
"Limbah" kepala dan kulit udang dapat diolah menjadi bumbu kaldu kering || Srijembarrahayu |
Setiap kali beli udang, selalu, wajah Bu Mel, Ibu yang kutuakan waktu masih ngantor terbayang. Ingat sekali bagaimana ia memanfaatkan bahan yang bagi sebagian orang sudah dianggap tak berguna, misalnya batang brokoli dan “limbah” udang. Bu Mel akan mengkreasikan bagian tengah batang brokoli dengan otak-otak, cuma ditumis tapi nikmat tak terkira. Kepala udang yang telah dibersihkan kotorannya disulap menjadi bakwan dan kulitnya dibikin kaldu.
![]() |
Bumbu kaldu kering dari "limbah" udang yang telah dioven || Srijembarrahayu |
Pagi tadi di tengah kesibukan memilih sayur, seorang Bapak sepuh menawari ikan kembung, tongkol dan udang. Jadilah sekarang saya berurusan dengan sekilo udang ukuran sedang, kurang lebih 50-60 ekor. “Limbah”nya banyak juga, kepala dan kulit udang. Ketika membersihkan udang-udang ini, berbagai scene Bu Mel singgah di memori, halaah. Fixed, ini limbah kudu diolah.
Baiklah, kali ini akan saya coba membuat bumbu kaldu kering “limbah” udang. Sebaiknya kepala dan kulit diolah ketika masih segar, jika kondisi sudah berbau jangan.
Baiklah, kali ini akan saya coba membuat bumbu kaldu kering “limbah” udang. Sebaiknya kepala dan kulit diolah ketika masih segar, jika kondisi sudah berbau jangan.
Pengolahan kepala dan kulit udang menjadi bumbu kaldu kering sebenarnya mudah saja. Yang susah itu NIATnya.
Kepala dan Kulit Udang Dikeringkan Dahulu
Baca hasil browsing, kepala dan kulit udang bisa dikeringkan dengan cara dioven selama 2 jam menggunakan suhu 100 derajat. Boleh juga dijemur di terik matahari. Cara jemur ini pasti makan waktu lebih lama, belum lagi kalau ketemplokan debu dan dihinggapi lalat, hiiiy rasanya malah kurang higienis dan praktis.
Berhubung saya pingin cepat-cepat kelar kerjanya, kepala dan kulit udang langsung disangrai di wajan biasa. Memang tidak kering sempurna. Setelah udang berubah warna kemerahan dan air menyusut, matikan api dan biarkan dingin.
Berhubung saya pingin cepat-cepat kelar kerjanya, kepala dan kulit udang langsung disangrai di wajan biasa. Memang tidak kering sempurna. Setelah udang berubah warna kemerahan dan air menyusut, matikan api dan biarkan dingin.
![]() |
Kepala dan kulit udang sangrai diblender kemudian disangrai ulang || Srijembarrahayu |
Kepala dan Kulit Udang Diblender Kemudian Disangrai Lagi
Kepala dan kulit udang sangrai diblender sampai kira-kira halus. Lalu, hasil blenderan ini disangrai ulang hingga benar-benar kering. Tipsnya sering diaduk agar kering merata. Supaya tahan lama, kepala dan kulit udang yang telah kering saya oven lagi dengan suhu 100 derajat selama 45 menit. Hasilnya sempurna, kaldu kering kepala dan kulit udang siap digunakan.
Bumbu kaldu kering ini sering dipakai untuk resep cap cay kuah, sup, nasi goreng, juga tumisan. Taste dan aroma masakan lebih menggoda. Nggak sia-sia pokoknya, bumbu ini berhasil buat saya.
Wah ini jadi semacam ebi super kecil ya mba. Pasti aromanya main nendang. Tapi kokyaaaa niat untuk eksekusinya itu yang susyaah hehehehe
BalasHapusWaah aku telat baca. Padahal tadi beli udang dan kepalanya sudah terlanjur dibuang, huhu... Kayanya memang menambah kesedapan masakan nih
BalasHapusPengolahan kulit dan kepala udang untuk dijadikan kaldu kering ternyata mudah, ya...
BalasHapusMemang benar, sih, tergantung niatnya kita aja, mau bikinnya atau enggak? Hihihi
Wah, bisa bikin masakan sedap ya, Mbak. Meminimalkan penggunaan penyedap rasa. Ya nggak, sih? Beberapa teman merekomendasikan bawang putih dihaluskan lalu disangrai bersama potongan jamur. Katanya sih sedap juga.
BalasHapusUntuk udang,pilih yang betul-betul segar kali ya buat menghindarinya dari alergi. Ibuku alergi berat soale sama makanan laut. Padahal beliau suka sekali.
Ide baru nih buat kulit udang dan kepala udang yang biasanya aku buang. Makasi ya mbak tipsnya.
BalasHapusAku kalo masak udah kepala kulitnya juga ku buang mba . Ternyata bisa ya dibuat kaldu kering begini ya. Sedap banget pasti ini buat campuran masakan
BalasHapuskalau ebi kering, Yuni doyan. Kalau kaldu kering dari limbah udang begini kok yuni baru tahu. Kudet banget sih yuni. Haduh.
BalasHapusWah, kebayang ni gurihnya bumbu kaldu udang. Nyam...nyam... bikin masakan makin lezat.
BalasHapusBoleh nih idenya. Tapi harus yang segar betul ya. Kadang udnag di sini, sudah mati berkali-kali. 😄
BalasHapusWaaaahh, resep top markotop ini mah Bunda. Saya mau coba ah, nanti....kalau udah beli udangnya, hehe
BalasHapusWih, gampang juga cara bikinnya. Tapi gak amis ya Mbak? Kalau aku biasanya cuma buat kaldu rebus aja sih. Habis disaring kepala udangnya tak buang.
BalasHapusTernyata gak sulit ya mbak bikinnya. Memang yang sulit itu niatnya ya mbak. Padahal kalo udah dikerjain mah yaa jadi dan lebih puas rasanya kalo berhasil bikin sendiri
BalasHapusMbak Srijembar telaten juga, yak. Hal hebat itu jika kita bisa membuat limbah makanan seperti kepala dn kulit udang ini menjadi kaldu kering.
BalasHapusWahh bagaimana jika dijual mbak?
Wah di save ah, gak pernah terpikir kepala udang bisa diolah jadi kaya gini. Kreatif banget mbak, menginspirasi
BalasHapusWah mba, aku selalu buang kepala dan kulitnya. Ternyata bs jadi penyedap makanan ya asalnya dijemur panas bener.. Dan caranya gampang pula, praktis. Entar kalo masak udang lagi, aku simpen di wadah dlu ah kepala dan kulitnya
BalasHapus